Apakah Ada Satu Visa ASEAN? Situasi Saat Ini

Saat ini belum ada satu visa turis bergaya Schengen yang memungkinkan pengunjung internasional memasuki setiap negara ASEAN dengan satu izin imigrasi bersama. Pemerintah regional telah membahas perjalanan lintas batas yang lebih mudah dan Thailand mempromosikan inisiatif enam negara “One Destination”, tetapi pelancong tetap perlu memeriksa persyaratan masuk terpisah dari setiap negara dalam itinerari mereka.

1. ASEAN saat ini tidak menjalankan satu visa turis untuk pengunjung asing

ASEAN sudah lama berupaya mempermudah perjalanan di Asia Tenggara, tetapi kebijakan imigrasi sebagian besar tetap dikendalikan oleh masing-masing negara anggota. Visa, pembebasan visa, atau otorisasi elektronik yang diberikan satu negara ASEAN pada umumnya tidak memberi pelancong asing hak untuk memasuki negara lainnya.

Artinya, itinerari Bangkok–Siem Reap–Ho Chi Minh City–Kuala Lumpur tetap mengharuskan pelancong memenuhi aturan Thailand, Kamboja, Viet Nam, dan Malaysia secara terpisah.

2. Mengapa orang membicarakan “visa ASEAN” atau “Schengen Asia Tenggara”

Gagasan itu bukan khayalan. Kerja sama pariwisata ASEAN telah membahas harmonisasi prosedur visa dan fasilitasi perjalanan internasional selama bertahun-tahun, dan para pemimpin regional berulang kali mengeksplorasi cara membuat perjalanan multi-negara lebih mudah.

Pada 2024, Thailand mempromosikan usulan yang melibatkan Thailand, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Viet Nam. Usulan ini sering digambarkan media sebagai konsep bergaya Schengen atau visa tunggal dan dikaitkan dengan inisiatif pariwisata yang lebih luas, “Six Countries, One Destination”.

3. “Six Countries, One Destination” saat ini bukan visa imigrasi enam negara

Thailand dan negara-negara tetangganya telah membahas kerja sama pariwisata yang lebih erat melalui gagasan “Six Countries, One Destination”. Tujuannya adalah mendorong pelancong menggabungkan beberapa destinasi daratan Asia Tenggara dalam satu perjalanan.

Inisiatif pariwisata tersebut tidak boleh disamakan dengan kawasan imigrasi bersama yang sudah beroperasi. Hingga 2026, belum ada visa umum enam negara yang dapat diperoleh seorang pelancong sekali lalu secara otomatis digunakan untuk memasuki keenam negara.

4. Warga negara ASEAN memiliki pengaturan regional yang berbeda

ASEAN memiliki pengaturan regional yang dirancang untuk memfasilitasi perjalanan warga negara anggota, termasuk kerja sama pembebasan visa dan jalur imigrasi ASEAN. Pengaturan tersebut berbeda dengan visa turis bersama bagi pengunjung dari luar ASEAN.

Karena itu, pelancong internasional tidak boleh berasumsi bahwa mobilitas regional yang dinikmati warga ASEAN juga berlaku bagi mereka.

5. Aturan masuk dapat berbeda drastis antara negara bertetangga

Satu paspor mungkin memenuhi syarat untuk masuk bebas visa ke satu negara Asia Tenggara, memerlukan eVisa untuk negara lain, dan membutuhkan deklarasi kedatangan atau otorisasi perjalanan yang berbeda di tempat lain.

Lama tinggal yang diizinkan, aktivitas yang diperbolehkan, aturan masa berlaku paspor, bukti perjalanan lanjutan, dan persyaratan kartu kedatangan juga dapat berbeda. Bahkan ketika beberapa negara menawarkan bebas visa kepada kewarganegaraan yang sama, ketentuannya tidak otomatis identik.

6. Jangan merencanakan berdasarkan visa usulan sampai resmi diterapkan

Usulan perjalanan regional dapat menghasilkan tajuk berita bertahun-tahun sebelum menjadi produk imigrasi yang dapat digunakan. Dukungan politik hanyalah satu bagian dari pelaksanaan; pemerintah juga perlu menyepakati kelayakan, pemeriksaan keamanan, biaya, berbagi data, lama tinggal yang diizinkan, tanggung jawab atas overstay, dan banyak rincian operasional lainnya.

Untuk perjalanan nyata, gunakan aturan yang resmi berlaku pada tanggal perjalanan Anda, bukan berasumsi bahwa usulan yang diumumkan pemerintah atau dilaporkan media akan tersedia saat keberangkatan.

7. Perjalanan multi-negara di Asia Tenggara tetap relatif mudah diatur

Tidak adanya visa bersama ASEAN tidak membuat perjalanan regional menjadi tidak praktis. Asia Tenggara memiliki jaringan penerbangan luas, koneksi kereta dan jalan yang terus berkembang, serta banyak negara dengan pengaturan masuk elektronik atau bebas visa bagi kewarganegaraan yang memenuhi syarat.

Kuncinya adalah menyusun rute terlebih dahulu lalu memeriksa persyaratan imigrasi negara demi negara. Melakukannya sebelum membeli tiket yang tidak dapat dikembalikan mengurangi risiko mengetahui belakangan bahwa satu perbatasan dalam itinerari memerlukan dokumen tambahan.

8. Periksa kembali setiap negara sesaat sebelum keberangkatan

Kebijakan masuk dapat berubah dengan cepat. Thailand, misalnya, kembali merevisi kerangka pembebasan visanya pada 2026, yang menunjukkan mengapa artikel yang hanya mencantumkan jumlah hari bebas visa tetap dapat cepat usang.

Gunakan informasi resmi imigrasi, kementerian luar negeri, atau kedutaan untuk setiap destinasi dan periksa kembali mendekati keberangkatan, terutama jika perjalanan Anda mencakup beberapa negara atau berlangsung lama.

9. Jepang, Korea Selatan, dan Australia bukan bagian dari visa turis bersama ASEAN

Diskusi lama dan spekulasi media terkadang mencampuradukkan gagasan mobilitas Asia-Pasifik yang lebih luas dengan kebijakan pariwisata ASEAN. Jepang, Korea Selatan, dan Australia bukan negara anggota ASEAN, dan tidak ada visa turis ASEAN saat ini yang mencakup mereka.

Perjalanan ke negara-negara tersebut harus direncanakan berdasarkan aturan imigrasi masing-masing.

10. Apa yang akan berubah jika benar-benar ada visa bersama?

Jika sekelompok negara Asia Tenggara di masa depan akhirnya memperkenalkan visa bersama yang berfungsi, manfaat terbesarnya adalah kesederhanaan administratif bagi pengunjung multi-negara: satu permohonan berpotensi menggantikan beberapa prosedur visa terpisah.

Hal itu juga dapat membuat itinerari regional lebih mudah dipasarkan dan mendorong pengunjung menggabungkan destinasi. Namun, nilai akhirnya akan bergantung pada negara mana yang berpartisipasi, kewarganegaraan mana yang memenuhi syarat, berapa lama tinggal diizinkan, dan apakah visa tersebut benar-benar menggantikan persyaratan nasional yang ada.

Checklist perjalanan multi-negara Asia Tenggara

Sampai visa bersama benar-benar tersedia, perlakukan setiap perbatasan dalam itinerari sebagai pemeriksaan imigrasi yang terpisah.

  • Daftarkan setiap negara yang akan Anda masuki, termasuk titik transit yang mungkin memerlukan masuk ke negara tersebut.
  • Periksa aturan masuk untuk kewarganegaraan paspor Anda secara tepat.
  • Periksa lama tinggal yang diizinkan di setiap negara.
  • Cari tahu apakah diperlukan eVisa, kartu kedatangan, atau deklarasi elektronik.
  • Konfirmasikan persyaratan masa berlaku paspor.
  • Periksa apakah bukti perjalanan lanjutan atau akomodasi mungkin diminta.
  • Jangan berasumsi visa atau pembebasan visa satu negara berlaku untuk negara tetangga.
  • Periksa kembali aturan resmi sesaat sebelum keberangkatan.

Merencanakan perjalanan multi-negara di Asia Tenggara?

Bandingkan pilihan penerbangan antardestinasi Asia Tenggara dengan SY.com.

Cari penerbangan